Skip navigation

Bisnis toko online semakin menggeliat akhir-akhir ini di Indonesia. Kepercayaan buyer dalam bertransaksi online semakin meningkat menyebabkan semakin ramainya transaksi jual beli secara online. Berjualan di dunia maya menjadi pilihan mengingat kecilnya biaya yang harus dikeluarkan dibandingkan harus membangun offline store. Dengan teknik pemasaran yang tepat ditunjang display produk yang cermat, anda pun bisa meraih sukses dalam berjualan lewat internet.

WordPress sudah diketahui khalayak umum, sebagai mesin web yang sangat tangguh dalam hal optimasi SEO, disamping light-weight nya. Hal itu menjadi modal besar wordpress untuk digunakan sebagai situs online store. Bayangkan, toko online yang rapi, ringan, akses cepat, dengan kemampuan SEO yang tak diragukan.. wow..

Kebetulan beberapa bulan lalu saya menyelesaikan sebuah theme yang khusus digunakan sebagai online store. Namanya adalah Tookoo.

Konsep dasar toko online menggunakan teme tookoo ini lebih menekankan pada display produk yang dijual. Ada 5 gambar yang mewakili setiap produk, terdiri dari 1 gambar thumbnail, 3 detail gambar, dan 1 gambar besar yang bisa digunakan untuk menunjukkan contoh produk tersebut dalam keseharian (optional).

Beberapa web yang sudah menggunakan tema ini diantaranya:

Berminat menggunakan tema ini? Feel free to contact me😉

Template adalah suatu metode yang memudahkan kita dalam proses pembangunan sebuah web. Dengan menggunakan template kita tidak perlu mengulang-ulang html-coding untuk menghasilkan tampilan yang baseform-nya sama. Pada Codeigniter, metode templating akan semakin memudahkan kita dalam membangun web tanpa mengabaikan MVC framework.

Berikut ini adalah langkah-langkah menggunakan metode templating simpel pada codeigniter.

1. Membuat Library

langkah pertama adalah dengan membuat class Template.php yang disimpan di application/libraries

class Template {
var $template_data = array();

function Template() {
  $this->template_data['jsscript'] = '';
  $this->template_data['cssstyle'] = '';
}

function set($name, $value) {
  $this->template_data[$name] = $value;
}

function set_js($value) {
  $this->template_data['jsscript'] .= "<script type='text/javascript'>".$value."</script>\n";
}

function load_js($value) {
  $this->template_data['jsscript'] .= "<script type='text/javascript' src='".base_url().$value."'></script>\n";
}

function load_css($value) {
  $this->template_data['cssstyle'] .= "<link rel='stylesheet' href='".base_url().$value."' type='text/css' media='screen'>";
}

function display($template = '', $view = '' , $view_data = array(), $return = FALSE) {
  $this->CI =& get_instance();
  $this->set('contents', $this->CI->load->view($view, $view_data, TRUE));
  return $this->CI->load->view($template, $this->template_data, $return);
}
}

2. Autoload library template tadi pada application/config/autoload.php

$autoload['libraries'] = array('template', 'database', 'session');

3. Membuat Template View

Langkah berikutnya adalah membuat view sederhana, yang akan berperan sebagai template file. Berikut contoh view template sangat sederhana yang diberi nama theme.php dan disimpan di application/view

<html>
<head>
<title><?= $headtitle ?></title>
<?= $cssstyle ?>
<?= $jsscript ?>
</head>

<body>
<div id="wrapper">
<h2 id="contenttitle"><?= $contenttitle ?></h2>
<div  id="maincontent"><?= $contents ?></div>
</div>
</body>
</html>

Pada bagian head template view di atas, dibagi menjadi 3 bagian, pertama adalah headtitle yang berfungsi sebagai tempat title halaman web nantinya, kedua adalah cssstyle yang berfungsi sebagai tempat css file ataupun css file-link. Dan yang ketiga adalah jsscript sebagai tempat js file ataupun js file-link.

Sedangkan pada bagian body dibagi menjadi dua bagian yaitu contenttitle sebagai tempat Judul halaman, dan contents sebagai tempat konten utama.

3.Membuat View

Jika di atas sudah dibuat view untuk template, maka sekarang dibuat view untuk halaman yang lebih spesifik. Misalkan lyricview.php :

<div id="postinfo">Posted on <?= $postinfo ?></div>
<div id="lyrics"><?= $lyrics ?></div>
<div id="taginfo">This post is under <?= $taginfo ?></div>

4. Penggunaan dan Eksekusi lewat Controler

Misal, dibuat Class Lyric:

class Lyric extends Controller {

function Lyric() {
parent::Controller();
}

function index() {

$headtitle = 'Audioslave - Be Yourself Lyric on Mywebdotcom';
$contenttitle = 'Audioslave - Be Yourself Lyric';
$contents['postinfo'] = '25 Juni 2009';
$contents['lyrics'] = '
be yourself its all that you can do
be yourself its all that you can do
be yourself its all that you can do';
$contents['taginfo'] = 'audioslave';

$this->template->load_css('public/css/tabber.css');
$this->template->load_js('public/js/tabber.js');
$this->template->set('headtitle', $headtitle);
$this->template->set('contenttitle', $contenttitle);
$this->template->display('theme', 'lyricview', $contents);
}
}

5. Panggil melalui url http://namadomain/lyric/

Semoga bisa membantu..

untitled-2

Berikut ini adalah panduan membuat autocompletion sederhana dengan javascript tanpa menggunakan prototype. Kenapa tidak menggunakan prototype? ya jelas, biar ringan. Lagian juga tanpa prototype pun sudah bisa berjalan dengan baik.

Pada kasus ini adalah autocompletion pada input Nama. Nama yang dikomparasikan pada autocompletion ini didapat dari variabel php. Jadi  autocompletion ini tidak menggunakan AJAX sama sekali, karena data yang dikomparasi sudah di-load pada saat page di load (didapat dari var PHPnya). Jadinya lebih ringan. Read More »

Ada sebuah artikel menarik oleh Zen Rachmat Sugito (wartawan detiksport) yang sangat menggugah hatiku untuk menanggapi masalah pencalonan Indonesia menjadi tuan rumah Piala Dunia 2022. Berikut artikel tersebut (dikutip dari detiksport)

Mungkin akan terdengar klise, tapi pasti akan begini jawaban Ronny Pattinasarany jika dimintai komentar ihwal rencana PSSI mengajukan diri sebagai tuan rumah Piala Dunia: “Harusnya PSSI berkonsentrasi pada pembinaan pemain muda daripada buang-buang uang untuk kampanye menjadi tuan rumah Piala Dunia.” Read More »

Sungguh berat..
Saat aku berada di persimpangan antara idealisme, tanggung jawab, kesetiakawanan, kebohongan, dan ketidakjelasan. Mungkin yang 2 terakhir bisa langsung aku abaikan, karena memang sudah jelas, harus aku tinggalkan. Tapi untuk memilih 3 yang pertama.. Sungguh berat.
Pada akhirnya aku putuskan untuk mengambil yang paling pertama, karena di dalamnya termasuk juga yang kedua, walau aku harus mengorbankan yang ketiga.
Sorry bro..

hwahaha…

kosa kata yang aneh. katanya artinya sama dengan bento, atau bodoh. wkwkwk

Sering aku ketemu teman yang bermimpi jadi pegawai pemerintahan. Dia bilang itu pekerjaan aman..

Berkali-kali aku temui alasan dari teman mereka kuliah untuk mengejar gelar. Dan mereka bilang itulah syarat agar dapat pekerjaan.

Tak terhitung aku melihat orang2 dengan titel yang berderet-deret di sekitar namanya. Dan orang disekitarnya pun selalu mendengar dan percaya omongannya.

tapi..

Sorry I can’t do this
So sorry I can’t do that
Who make these rules and these policies?
Are they so good, are they so great?
Thank you, thank you for making these life feel so grounded

I do such thing, but they tell me not to
I can do something, but they tell me not to
I can do something, but they said is nothing
Oh well what would I do?

Go to school, go to college And get yourself a real job
These are the rules you have to live
And you have to deal with

Maybe you’re smart But it doesn’t mean a thing
Coz what they want is your degree
Blow them with your money And there goes their policy

– monkey millionaire : rule & policy –

palestine-map

Read More »

Sungguh malang jadi pohon di dunia ini. Apalagi jika pohon itu hidup di tanah air kita, Indonesia. Mereka (pohon-pohon) musti bekerja keras mengolah CO2 yang kian hari kian pekat, kian hitam, untuk dijadikan oksigen yang nantinya akan dihirup oleh manusia. Selain itu populasi mereka di hutan juga semakin menipis. Dan yang akhir2 ini sering kita jumpai, di negeri kita, di Indonesia, mereka “dipaksa” merelakan tubuhnya dijadikan media reklame.

Papan Reklame. Itulah tugas yang harus diemban pohon2 di Indonesia. Batang mereka ditancapi paku, lalu mereka dibiarkan merasakan paku itu kena panas dan hujan hingga berkarat. Coba kita rasakan jika kita tercipta sebagai satu diantara pohon2 itu, lalu kita merasakan paku yang berkarat itu menancap di tubuh kita, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan. Silih berganti. Tentu kita akan menjerit, menangis, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Ironisnya, kebanyakan yang melakukannya adalah orang2 yang mengaku memperjuangkan kesejahteraan rakyat, kelestarian lingkungan. BULLSHIT… Para calon wakil rakyat itu berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat DENGAN CARA menganiaya elemen penting dari kehidupan masyarakat. Para calon pimpinan itu berjanji memberikan kehidupan yang lebih baik DENGAN CARA melukai jantung hidup masyarakat. Para calon birokrat itu berjanji membentuk pemerintahan yang bersih DENGAN CARA mengotori lingkungan dengan media kampanyenya.

Ironis..

Bukan maksud mau ngomongin orang yang dah meninggal, tapi mudah2an aja cerita ini bisa buat renungan bagi kita semua, agar kelak waktu mau “pulang”, kita bisa lakukan dengan cara yang baik, proses yang baik, dan tujuan yang baik pula.

Read More »

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.