Skip navigation

Lebaran baru saja kita lewati. Ada berbagai kisah ceria yang pasti kita alami saat bertemu sanak saudara yang sudah lama tidak kita jumpai. Saat seperti itu pun biasa digunakan oleh orang-orang bangsa Indonesia untuk bersilaturahim serta saling memaafkan.

Ada kejadian menggelitik yang lucunya hal itu terjadi tiap tahunnya di sekitar kita. Pasti kita sudah sangat akrab dengan kalimat “Minal Aidin wal faidzin” yang biasa dirangkai dengan kalimat “Mohon Maaf Lahir dan Bathin”. Kedua kalimat tersebut seakan menjadi ucapan wajib bagi kita semua pada saat bertemu sanak saudara, kenalan, sahabat siapapun yang kita jumpai saat suasana idul fitri seperti sekarang ini. Bahkan iklan2 di TV pun tak ketinggalan, mulai jajaran direksi televisi, artis, direksi sebuah perusahaan, bahkan sampai orang2 yanghendak mencalonkan diri menjadi pemimpin negeri ini.

Trus apa yang lucu ya?? hehe.. Baiklah akan saya jelaskan kenapa saya menganggapnya itu sebuah fenomena yang menggelitik. Kedua ucapan di atas yang sering kita ucapkan saat suasana lebaran seperti sekarang ini, sering dianggap sebagai sebuah kesatuan, ungkapan bahasa arab dan artinya, hal ini di”perparah” dengan rima yang tercipta di akhir tiap kalimat tersebut sehingga membuatnya lebih enak untuk diucapkan. Bahkan karena dianggap “Minal Aidin wal faidzin” berarti mohon maaf lahir dan bathin, maka orang pun seringkali hanya mengucapkan “Minal Aidin wal faidzin” saja untuk dijadikan sebagai kalimat permohonan maaf terhadap sesama.

Nah, sebenarnya arti dari kalimat “Minal Aidin wal faidzin” adalah “dari peperangan menuju kemenangan”. Nah lo??? jauh banget kan??? trus kok masih banyak diantara kita yang salah mengartikannya sebagai “mohon maaf lahir dan bathin”. bahkan ucapan “Minal Aidin wal faidzin” tersebut (menurut saya) tidak mengandung sebuah doa pun. Justru yang disunnahkan adalah kita mengucap kalimat “Taqobbalallohu minna wa minkum” semoga Allah menerima amalanku dan amalanmu. Kalimat terakhir ini memang lebih bernilai ketimbang sekedar “pengumuman kemenangan”.

Oleh karena itu mari sejenak kita renungkan apa yang sudah kita lakukan. Apapun itu, tidak hanya masalah “Minal Aidin wal faidzin”, tapi semua masalah yang kita lakukan setidaknya kita tahu dan mengerti apa yang kita lakukan.🙂

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: