Skip navigation

Bukan maksud mau ngomongin orang yang dah meninggal, tapi mudah2an aja cerita ini bisa buat renungan bagi kita semua, agar kelak waktu mau “pulang”, kita bisa lakukan dengan cara yang baik, proses yang baik, dan tujuan yang baik pula.

Alkisah, di daerahku ada seorang yang terkenal sebagai “jagoan”. Sebut saja “J” (bukan nama sebenarnya, hwahahaa, kaya buser aja neh..). Sejak kecil hingga beranjak jadi pemuda, ia dikenal sebagai orang yang nakalnya gak ketulungan. Tawuran udah jadi sarapannya, ngehajar orang lain dah jadi makan siangnya, narget (minta uang paksa) uang org lain dah jadi camilan sore harinya, segala macam minuman keras udah jadi makan malamnya. Yah, saking parahnya, aku gak bisa ngomong lagi deh kaya apa dia..

Nah, ketika usianya sampe 20an, kebiasaan itu tak kunjung membaik, malah makin parah. Puncaknya ketika ia harus masuk rumah sakit karena perutnya tak sanggup menahan nafsunya yang menggelora untuk terus minum alkohol. Berkali-kali hal ini terjadi, hingga yang terakhir, yang cukup parah, atau parah banget malah.

Ya, sudah kupikirkan, “parah banget” adalah kata yang paling tepat untuk menggambarkan kondisinya saat itu. sampai akhirnya suatu saat alat deteksi detak jantung di rumah sakit itu hanya bisa bergerak horizontal, mulus sekali, tanpa ada getaran. Ia dinyatakan meninggal. Semua keluarga yang ada di sana pun bersedih. Semuanya berdoa (entah apakah masih berlaku doa untuk orang seperti itu). Tapi beberapa saat kemudian, alat itu berdetak lagi. Entah karena rohnya ditolak oleh alam lain, atau masih ada urusan lain, tapi yang jelas ia sudah merasakan sakitnya nyawa dicabut. Semua terheran2. Tp bersyukur juga, karena masih ada waktu buat dia untuk ‘bertobat’.

Beberapa jam kemudian alat deteksi jantung kembali memperlihatkan gambar yang sama, sama seperti saat aku diajari guru TKku menggambar garis tidur. Dia mati lagi. Semua menangis lagi. Semua sedih lagi. Tapi lagi-lagi dia bangkit lagi. bangkit dari kematian. Tentu saja rasanya sakit. Pun demikian, semuanya bersyukur, tobat yang belum sempat dilakukannya masih bisa dikejar.

Namun akhirnya cerita ini berakhir sangat tragis. Mungkin karena tidak kuat menahan sakit menjelang meregang nyawa. Sakit menanggung beban itu. Ketika sakaratul maut kembali mendekat, dia mengerang2 kesakitan. Semua menuntun untuk mengucap kalimat Allah, tapi ironis, justru yang muncul adalah kata yang sangat fasih dia ucapkan saat hidupnya.

JANC******KK…

Seketika itu alat detektor detak jantung kembali mengeluarkan bunyi datar tanpa putus. Namun kali ini alat itu tak lagi berdetak seperti 2 kali sebelumnya. Kali ini nyawanya benar2 terbang ke alam lain. Ke alam kubur. Semuanya tak bisa berkata2. Semuanya diam. Hening. Sepi…

Tragis memang nasibnya, lebih tragis ia di akherat nanti, temanku sampe berkomentar :

Mungkin nanti dia ditempatkan di neraka yang paling bawah, lalu malaikat memberinya bekal sebuah cangkul.

Lah Cangkul??? buat apa??

Malaikat memerintahkan padanya, pergilah kau ke neraka yang paling bawah, kemudian galilah dasar neraka itu, hingga kau menemukan tempat yang lebih dalam dari tempatmu berdiri.

Naudzubillahi min dzalika.. Astaghfirullahal ‘adzim..

3 Comments

    • yuna
    • Posted January 3, 2009 at 2:46 am
    • Permalink

    based on true story nih?!
    hm., tragis yah..

    bhkan utk saat terakhir hidupnya, masih ngga inget Sang Pencipta..
    tapi, dia jujur jg, masa maw meninggal br inget Tuhan..^^

  1. Justru dia gak jujur tuh, kan dulu sebelum dihidupkan ke dunia dia sudah berikrar siapa Tuhannya. Eh malah kelamaan boong, jadi kebawa ampe mati..

  2. hukuman tetap didapat, tapi tetep juga pasti dimaafkan ama Yang Kekal.

    Bo’ pa kabar neh?


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: