Skip navigation

Sungguh malang jadi pohon di dunia ini. Apalagi jika pohon itu hidup di tanah air kita, Indonesia. Mereka (pohon-pohon) musti bekerja keras mengolah CO2 yang kian hari kian pekat, kian hitam, untuk dijadikan oksigen yang nantinya akan dihirup oleh manusia. Selain itu populasi mereka di hutan juga semakin menipis. Dan yang akhir2 ini sering kita jumpai, di negeri kita, di Indonesia, mereka “dipaksa” merelakan tubuhnya dijadikan media reklame.

Papan Reklame. Itulah tugas yang harus diemban pohon2 di Indonesia. Batang mereka ditancapi paku, lalu mereka dibiarkan merasakan paku itu kena panas dan hujan hingga berkarat. Coba kita rasakan jika kita tercipta sebagai satu diantara pohon2 itu, lalu kita merasakan paku yang berkarat itu menancap di tubuh kita, berhari-hari, berminggu-minggu, berbulan-bulan. Silih berganti. Tentu kita akan menjerit, menangis, tanpa bisa berbuat apa-apa.

Ironisnya, kebanyakan yang melakukannya adalah orang2 yang mengaku memperjuangkan kesejahteraan rakyat, kelestarian lingkungan. BULLSHIT… Para calon wakil rakyat itu berjanji meningkatkan kesejahteraan masyarakat DENGAN CARA menganiaya elemen penting dari kehidupan masyarakat. Para calon pimpinan itu berjanji memberikan kehidupan yang lebih baik DENGAN CARA melukai jantung hidup masyarakat. Para calon birokrat itu berjanji membentuk pemerintahan yang bersih DENGAN CARA mengotori lingkungan dengan media kampanyenya.

Ironis..

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: